Ayun Afroch
Mungkin hidup dan kisah kita itu seperti kereta, terus berjalan dari satu stasiun ke stasiun lainnya. Menapaki perjalanan, ada yang memulai, ada yang sampai. Menuju, usai, pergi, berangkat dan akhirnya juga akan pulang, seperti meniti ingatan dan merasai kesan.
Dari stasiun ke stasiun. Kita adalah penumpang. Satu manusia ke manusia lain, bersalin rupa dan pakaian, begitu juga mungkin sejarah yang sudah kita buat. Seperti perjalanan dalam kereta, kita di dalamnya berbeda nomor kursi dan gerbong dalam suatu urutan yang mungkin tak sempat bertatap muka dan juga bercakap. Namun kita ada, baik sekarang maupun nanti, untuk saling mengenang, menapaki bayang-bayang, seperti rel ke rel di atas bantalannya.
Detik tidak pernah melangkah mundur, tapi kertas putih selalu ada. Waktu tidak akan pernah berjalan mundur dan hari tidak pernah terulang, tapi pagi selalu menawarkan kisah yang baru.
Kedamaian dalam kesibukan yang bermanfaat, bersama mereka yang saya cintai. Thanks for the unforgettable moment.


Absolutely no one is forgotten.
Thanks for being my new fams :3

Tentang keluarga yang sempurna J
(29-30 Mei 2015 @Pacet)
| edit post
Reaksi: 
0 Responses

Posting Komentar