Ayun Afroch
Mungkin hidup dan kisah kita itu seperti kereta, terus berjalan dari satu stasiun ke stasiun lainnya. Menapaki perjalanan, ada yang memulai, ada yang sampai. Menuju, usai, pergi, berangkat dan akhirnya juga akan pulang, seperti meniti ingatan dan merasai kesan.
Dari stasiun ke stasiun. Kita adalah penumpang. Satu manusia ke manusia lain, bersalin rupa dan pakaian, begitu juga mungkin sejarah yang sudah kita buat. Seperti perjalanan dalam kereta, kita di dalamnya berbeda nomor kursi dan gerbong dalam suatu urutan yang mungkin tak sempat bertatap muka dan juga bercakap. Namun kita ada, baik sekarang maupun nanti, untuk saling mengenang, menapaki bayang-bayang, seperti rel ke rel di atas bantalannya.
Detik tidak pernah melangkah mundur, tapi kertas putih selalu ada. Waktu tidak akan pernah berjalan mundur dan hari tidak pernah terulang, tapi pagi selalu menawarkan kisah yang baru.
Kedamaian dalam kesibukan yang bermanfaat, bersama mereka yang saya cintai. Thanks for the unforgettable moment.


Absolutely no one is forgotten.
Thanks for being my new fams :3

Tentang keluarga yang sempurna J
(29-30 Mei 2015 @Pacet)
Ayun Afroch
 Anggara R. F.1)Alfan C. P.2)Ayun Afroch3)Dhirga K.4)Prihartini N.5)
Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Peternakan merupakan salah satu sub sektor pertanian yang sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat. Para ilmuwan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB telah membuat pernyataan mengenai fakta bahwa industri peternakan ternyata memberi dampak yang sangat signifikan, khususnya peternakan ayam petelur. Di daerah Magetan, Jawa Timur, tingginya biaya pakan dalam usaha ternak ayam sangat mempengaruhi kelangsungan usaha, terutama dalam peningkatan pendapatan yang diterima oleh peternak. Berdasarkan data statistik yang diperoleh dari Dinas Peternakan provinsi Jawa Timur, potensi ternak di daerah Magetan yang terbesar adalah populasi ayam petelur. Populasi ternak ayam petelur di Kabupaten Magetan pada tahun terakhir menduduki peringkat teratas, yaitu sebesar 2.889.497, sedangkan pada tahun 2014 yaitu telah terhitung sebesar 2.754.166. Saat ini peternak rakyat tidak memiliki akses dan mendapatkan harga yang paling minimum untuk membiayai ternaknya, salah satu contohnya yaitu mitra Sumartono Farm yang memiliki usaha peternakan ayam petelur di daerah Magetan. Tentunya membuat pakan sendiri, meskipun hanya sebuah pilihan, bukanlah pilihan yang mudah dilaksanakan. Pakan buatan pabrik jelas tidak mudah disaingi oleh pakan buatan peternak sendiri, khususnya mengenai riset yang berkelanjutan serta pemasaran yang kuat. Mengganti komposisi pakan tindakan yang keliru, karena pakan pabrik biasanya telah memenuhi kebutuhan ayam paten, sedangkan bila dioplos pakan memang akan menjadi banyak dari segi kuantitas, tetapi belum tentu baik dari segi kualitas. Adapun di sisi lain, mengoplos pakan ayam sendiri membutuhkan waktu dan tenaga kerja yang ekstra sehingga menimbulkan pengeluaran yang ekstra pula. Apalagi jumlah ternak Sumartono Farm yang tidak sedikit, yakni 6000 ekor ayam petelur yang ditempatkan pada 6 layer.
Sehubungan dengan permasalahan yang ada pada peternakan mitra Sumartono Farm, maka dirancanglah teknologi baru sebagai solusi alternatif yang praktis dan efisien untuk penyaji pakan ayam petelur secara otomatis, yaitu Relay Chicken Food (LAYKENFOOD) sebagai solusi alternatif dalam memenuhi kebutuhan pakan ayam petelur di Sumartono Farm daerah Magetan, provinsi Jawa Timur. Teknologi LAYKENFOOD ini memiliki 3 bagian utama dengan perannya masing-masing untuk menjalankan tugasnya:
1.    Tempat penampungan pakan ayam petelur
2.    Mikrokontroler arduino UNO, sebagai otak dalam sistem pembagi pakan otomatis ini
3.    Pengoperasian, dinyalakan sesuai kebutuhan dan alat akan bekerja menyajikan pakan secara otomatis
Dengan diterapkannya teknologi tepat guna dan aplikatif ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan konsumsi ayam petelur yang tidak hanya memberikan kemudahan tetapi juga memberikan efisiensi waktu dan tenaga, tentunya dengan keunggulan-keunggulan sesuai kebutuhan mitra konsumen teknologi ini.


Gambaran teknologi yang diterapkembangkan:
Teknologi LAYKENFOOD


Ayun Afroch
Siapa yang tidak kenal Gunung Bromo? Semua orang sudah mengakuinya sebagai keindahan milik Indonesia. Sudah hamper 2 tahun saya kuliah di Surabaya, namun baru sempat mengunjunginya sekali. Jika saya boleh mengelak dan sedikit lebay, saya akan beralasan keindahannya sulit dilukiskan dengan kata-kata atau gambar sekalipun, hehehe.
Dari Surabaya, kami berangkat pukul 23.00. Sekitar pukul 02.30 dini hari, raungan mesin jeep menuju lokasi mulai terdengar. Menuju Pananjakan, jalurnya melalui lautan pasir yang gelap berkabut, jeep inilah nantinya yang akan menjadi “GPS” kami. Yang saya heran, ketika memasuki lautan pasir jeep ini kencang sekali lajunya. Namun saya lebih lega kala sudah mulai menyentuh jalan beraspal walau tidak mulus. Biarlah jeep-jeep itu melaju kencang, kami pelan-pelan asal selamat :D. Jalan beraspal ini cukup menyiksa, menanjak dan tidak semua mulus. Hela nafas lega membuncah ketika deretan jeep yang terparkir mulai terlihat. Inilah ujung perjalanan awal.
Ketika matahari hendak terbit, semua sama-sama sibuk menyiapkan kamera masing-masing, mulai sekelas VGA sampai puluhan megapixel. Indah (pakai: sangat). Sempat khawatir akan terhalang mendung dan kabut karena bulan itu masih bulan hujan. Tapi, Tuhan mengabulkan mimpi-mimpi kami. Ibarat slow motion, sang surya bergerak perlahan mematuhi sang waktu.


Setelah cukup puas, tujuan kami selanjutnya adalah lautan pasir dan bukit Teletubbies (sabana Bromo). Perjalanan turun lebih membuat tegang, karena harus menahan beban agar tidak bablas ke jurang. Di tengah perjalanan, kami sempat berhenti sejenak di tikungan yang memungkinkan kami melihat pemandangan lebih indah lautan kabut Bromo. Tapi, lagi-lagi, asal jepret saja.


Setelah turun ke lautan pasir, kami memarkir motor untuk istirahat sejenak dan lagi lagi ambil foto :D. Oh iya, di kompleks parkir motor ini juga banyak terdapat ojek kuda dan warung tanpa atap milik warga Tengger. Saya tidak terlalu mengerti bahasa mereka, dan hebatnya mereka tinggal di sana hanya mengenakan sehelai sarung, kupluk, jaket dan sandal jepit. Suatu bakat alami dari penghuni kaki gunung.


Jalur ini adalah jalur yang sama dengan jalur yang kami lalui tadi malam. Tapi pagi ini cuaca sangat cerah, langit biru membentang luas dan tampak di depan mata gunung bromo tinggi menghadang.



Selanjutnya kami berada di bukit Teletubbies. Yang disebut dengan bukit Teletubbies ini sebenarnya adalah padang savanna yang dikelilingi oleh deretan perbukitan. Dengan didominasi tumbuhan tanaman jenis pakis, ilalang, tumbuhan lavender serta rerumputan lainnya membuat kawasan ini seperti karpet hijau raksasa seperti pemandangan di daratan tinggi New Zealand atau Skotlandia.


Sebuah suguhan pemandangan yang sangat sempurna, boleh saya akui Gunung Bromo memiliki pesona alam yang sangat lengkap, mulai dari pemandangan cantik matahari terbit, deretan megah kawah bromo, lautan padang pasir dan terakhir hamparan rumput di padang savanna ini.
Setelah puas foto-foto akhirnya kami harus meninggalkan gunung Bromo dengan segala pesonanya dan kembali ke Surabaya lagi.

Sayang sekali, waktu dan tenaga yang terbatas membuat kami harus menunda keinginan mengunjungi Air Terjun Madakaripura. Suatu saat harus ke sana lagi. Sejauh ini, sampai sekarang, saya masih sepakat sunrise Bromo adalah terbaik di Indonesia wkkwk.

#SalamdariBromo
#LatePost


Ayun Afroch
“Percayalah nak, ilmu yang bermanfaat jauh lebih penting dari sekadar nama almamater”
Kalimat dari ayah itu pasti akan selalu terngiang di benak saya ketika menjalani perkuliahan di kampus. Oke, mungkin nama “Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya” akan lebih didengar, disegani, ataupun disanjung, tapi apakah kita bisa dengan bangga mengenakan almamater biru sedangkan tuntutan masa depan yang menanti akan jauh lebih berat? Ilmu itu-lah yang sejatinya nanti akan sangat berguna ketika mengabdi di masyarakat.

Kali ini, Laptop yang kira-kira berumur diploma tiga itu mencetak huruf, merangkai kata hingga kalimat sampai cerita ini membentuk sebuah pengalaman sejarah yang nantinya akan dikenang oleh mereka-mereka yang ingin mengenangnya. Juga sedikit menyimpan perjalanan hidup yang teramat panjang menurut garis pemahamanku sendiri, untuk dirangkumnya dalam sebuah tinta yang mengering nantinya. Juga sebagai kenangan entah manis atau pahit yang kadang kala dirindukan, namun suatu goresan bisa memadamkan rindu itu dengan sempurna. Maka dari itu, sebelum nanti waktu mengutuk sejarah ini dengan kata cinta memudar, akan aku cegah dengan obat merangkainya menjadi bait-bait kata terbatas yang aku miliki.
Sebenarnya, begitu sulit untuk merangkum semuanya menjadi pendek, menjadi sesuatu yang bisa dibaca, hal yang begitu susah untuk digenggam dalam satu periode ‘kepengurusan’.
***
Aku memulainya dengan kata “WS”.
Sangat penuh arti.
Layaknya sebuah rumah tangga yang terurus, tersentuh oleh tangan-tangan yang penuh kreativitas, wajah-wajah yang penuh kasih, penuh cinta, penuh rasa peduli dengan apa yang di dalam WS itu sendiri. Layaknya sebuah keluarga yang  melindungi dari sengatan yang ada di luarnya, demi terciptanya kerukunan yang penuh arti.
Jemari dan pikiranku yang bergoyang untuk mencetak tulisan ini juga ikut paham dan terjun langsung melihat seperti apa sebenarnya keluarga itu, keluarga yang disangkut pautkan dengan WS itu. Cukup di gambarkan, cukup aku tuang di dalam goresan-goresan ini. Karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.
***
Oh yah? Dari tadi membahas WS, tapi cuma dua huruf besar itu, sebagian besar dari kalangan orang pasti belum tahu apa yang tersirat dalam abjad itu. WS atau Workshop Instrumentasi yaitu salah satu laboratorium di Teknik Fisika ITS yang bergerak dalam bidang instrumentasi, fokusannya adalah untuk meningkatkan mutu dari mahasiswa prodi D3 Metrologi dan Instrumentasi. Yang mana merupakan tempat yang digunakan untuk berkumpul, belajar hingga berkarya oleh mahasiswa D3 Metrologi dan Instrumentasi. Yang kami dengar, panjang sejarahnya untuk terbentuknya WS ini. Tapi tenang aja, aku tidak membahas mata kuliah sejarah kok di sini wkkwk.


Begitu waktu terlalu cepat melaju, hingga kepengurusan kami (kepengurusan 2014/2015) diakhiri dalam sebuah internalisasi atau yang kami sebut UPGRADING, yang diadakan di kota Batu, Malang.
Rapat Kerja Akhir Kepengurusan 2014/2015

@Paralayang, Malang
Sebelum kepengurusan kemarin berakhir, pastinya banyak catatan-catatan tersendiri dari kami yang ada dalam kepengurusan ini, cerita-cerita yang layak untuk diketahui oleh semua, terkhusus kami para mahasiswa sendiri. Begitu waktu mengajarkan kita sebuah keharusan memulai pekerjaan, tempat dan keluarga ini mewadahi sebuah proses menempuh tujuan yang gemilang, yang masing-masing kita idamkan, masing-masing diinginkan dalam keberlanjutan, dan kehidupan WS ini. Karena waktu mempunyai alur yang ditempuh, alur yang membentuk jalan setapak yang harus dilalui oleh kami. Di sanalah kami belajar menghargai waktu, memanfaatkan kesempatan, bahkan mengajarkan kami sebuah kearifan yang luar biasa, sebuah kekuatan kekeluargaan, kebersamaan, persahabatan yang begitu kuat mengikat kami. Di mana harapannya pengorbanan yang kami lakukan adalah tujuan mendorong WS yang lebih maju, bersaing dan bertaraf terpandang.
Banyak program kerja yang sama-sama kami kerjakan, saling bekerja sama dalam setiap event-event dari berbagai divisi yang terbentuk. Semua itu karna lagi-lagi demi mewujudakan visi dan misi WS ke depannya yang lebih baik.






Meskipun tak sepenuhnya menyandang predikat sempurna, tapi setidaknya kami berproses, kami sudah memulai, tekad kebersamaan kami lebih terjaga. Dengan kekurangan yang kami miliki, kami harus meniti prospektif ke depannya lagi yang lebih baik.
Sungguh luar biasa, skenario Tuhan menggariskan pertemuan hingga menjalin sebuah ikatan persahabatan bahkan kekeluargaan ini.
Tak banyak kata-kata yang bisa ku padatkan dalam bait-bait ini, lantaran banyak sekali, bahkan ribuan kata kata-kata indah belum termuat di sini, bahkan lebih dari itu ikatan yang kami buat.
Meski kami dari latar belakang yang berbeda, tak menyurutkan langkah kami untuk belajar, berkumpul, berkarya, berpengalaman, dan masih banyak lagi.



Hingga akhirnya semua kembali indah, kembali tersenyum.
***
Banyak cerita sepenggal sahabat-sahabat yang spesial di kepengurusan kami ini, teman-teman yang akan tergores dalam catatan sejarah dalam hidupku.

Orang-orang yang telah menyentuh dengan tangan lembutnya di WS, orang-orang yang penuh persahabatan bahkan kekeluargaaan yang tinggi. Orang-orang yang mempunyai nilai kretivitas dalam menjaga, menata, memajukan WS dalam ranahnya. Orang-orang yang telah melukis sejarah-sejarah yang akan dikenang nantinya, yang telah meluangkan waktunya demi warna baru dalam Workshop Instrumentasi yang lebih gemilang. Dan masih banyak lagi, mungkin tidak bisa dituliskan semua dalam lukisan-lukisan huruf-huruf ini.
***
Terima kasih buat semua kalangan yang telah turut andil, telah memberikan semua kontribusinya, dukungan dan partisipasinya untuk kami dan WS, semoga apa yang telah dikerjakan menjadi aspek pembelajaran untuk saya meniti masa depan dan kepengurusan selanjutnya yang lebih baik, semoga semua event-event yang diselenggarakan bisa mendapat pandangan ibadah di sisi sang Maha Pengasih dan Penyayang.

#InilahKami
Ayun Afroch
Di setiap masa nampaknya selalu ada saat yang tak mudah untuk berbicara, tapi tidak gampang untuk diam.
Kita tidak tau pasti bagaimana persisnya kata-kata akan diberi harga, dan apakah sebuah isyarat akan sampai.
Di luar pintu, pada saat seperti ini, hanya ada mendung, atau hujan, atau kebisuan, mungkin ketidakacuan.
Semuanya teka-teki.
Kadang-kadang kita hanya perlu diam dalam memberi komentar
Kadang-kadang kita hanya perlu diam dalam menegur
Kadang-kadang kita hanya perlu diam dalam memberi nasihat
Kadang-kadang kita hanya perlu diam dalam memprotes
Biarlah diam kita mereka paham artinya
Biarlah diam kita mereka terima tujuannya
Karenaa
Diam kita mungkin disalahartikan
Diam kita mungkin mengundang prasangkaan

Diam kita mungkin tidak membawa maksud apa-apa
Ayun Afroch
Apapun itu, aku tak suka
Ketika kamu mencoba menutup mata dan menerka kegelapan
Dan hanya ada setitik cahaya yang dapat dinikmati
Sebenarnya hatimu sudah berbicara

Lama, lama sekali
Kamu melukis setiap inginmu dalam hari-hari kita
Begitu menenangkan
Bahkan sampai detik di mana semua itu harus terhapus
Jarak atau waktu tak berhak mengambil alih peranmu
Aku tau, dan hatiku melihat
Segala ketulusan yang saat ini sedang diuji
Mungkin tak senada dengan mau kamu, atau mau aku?
Entahlah.

Kamu bukan hanya sekedar penoreh perasaan
Kamu bukan hanya sekedar tetesan hujan di tengah kemarau panjang
Dan kamu juga bukan hanya senyuman di sela-sela tangis diamku
Bukan karena itu salah atau benar
Yang jelas, aku merasakannya
Mungkin tak semudah menjanjikannya
Apakah semua akan tetap sama,
Ketika berlalu-lalu waktu telah berjalan?
Hanya keraguanku
Yang aku ingat hanyalah setiap kesempatan
Saat kesempatan itu adalah mengenalmu
Setiap kata menyusun cerita
Setiap detik menyusun hari-hari
Dan yang kupahami, semuanya terukir begitu saja
Tanpa kusadari bahwa setiap susunan huruf itu membuatku berwarna
Bahkan hanya sekedar ucapan, "Selamat pagi, semangat :)"

Jika sebuah pelangi tak selalu tampak,
Mungkin, kamupun demikian.
Jangan tanya berapa sering aku mencoba menangkap kamu
Tapi kenyataannya gejolak ketakutan dan keraguan lebih memenangkan hatiku
Sampai aku memutuskan untuk memotong jalan
Entah ini salah atau benar,
Aku hanya ingin menjadi kuat dan menyudahi harapan-harapan
Aku harap hal ini tak mengambil alih peran besarmu untukku
Mungkin hanya jalan ini yang mengerti
Setiap genangan peluh yang hampir meluber
Sebuah awal yang saat ini bahkan (hampir) menjadi akhir
Untuk setiap susunan huruf yang ku rindukan
Hanya bisa ku sampaikan ‘Maaf’
Allah, aku tau betapa Engkau mengasihinya
Ayun Afroch
Ratusan hari sudah kita lewati. Tidak ada yang terlalu lama, atau pun terburu-buru. Seharusnya seperti itu kan? Seimbang. Ratusan hari sudah kita jalani. Tepat di detik pertama kamu menemukanku, skenario Allah mulai bekerja dengan luar biasa. Tepat di detik pertama, ada rahasia manis milik semesta yang tak pernah bisa diterka oleh kepala. Ratusan hari sudah berlalu dari pandangan, namun tidak mudah melupa akan hal-hal sederhana.
Ku baca dan kupahami kutipan tulisan dari buku, Filosofi Kopi, karya Dewi Lestari, tulisan yang berjudul Spasi :
"Seindah apa pun huruf terukir, dapatkah ia bermakna apabila tak ada jeda? Dapatkah ia dimengerti jika tak ada spasi? Bukankah kita baru bisa bergerak jika ada jarak? Dan saling menyayang bila ada ruang? Kasih sayang akan membawa dua orang semakin berdekatan, tapi ia tak ingin mencekik, jadi ulurlah tali itu"

Dan ada ribuan kemungkinan lainnya yang bergerincing membikin kepala pusing. Seseorang pernah berkata,
"Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta sementara kita tidak bersiap untuk menangkapnya"

Ku kembalikan pandanganku ke depan dan berusaha menyeret kaki untuk berjalan.
Badai semakin hebat di mata.
Hanya bisa ku sampaikan 'Maaf'.

Allah, aku tau betapa Engkau mengasihinya.
Ayun Afroch
Hari Jum’at merupakan hari yang mulia. Bukti kemuliaannya, Allah mentakdirkan beberapa kejadian besar pada hari tersebut. Dan juga ada beberapa amal ibadah yang dikhususkan pada malam dan siang harinya, khususnya pelaksanaan shalat Jum’at berikut amal-amal yang mengiringinya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ وَفِيهِ قُبِضَ وَفِيهِ النَّفْخَةُ وَفِيهِ الصَّعْقَةُ 
"Sesungguhnya di antara hari kalian yang paling afdhal adalah hari Jum'at. Pada hari itu Adam diciptakan dan diwafatkan, dan pada hari itu juga ditiup sangkakala dan akan terjadi kematian seluruh makhluk. . . . " (HR. Abu Dawud, an Nasai, Ibnu Majah, Ahmad, dan al Hakim dari hadits Aus bin Aus)

Amal Khusus di Hari Jum'at
Pada dasarnya, tidak dibolehkan menghususkan ibadah tertentu pada malam Jum’at dan siang harinya, berupa shalat, tilawah, puasa dan amal lainnya yang tidak biasa dikerjakan pada hari-hari selainnya. Kecuali, ada dalil khusus yang memerintahkannya. Hal ini berdasarkan hadits dari Abu Hurairah radliyallaahu 'anhu, bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda;
لَا تَخُصُّوا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اللَّيَالِي ، وَلَا تَخُصُّوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ الْأَيَّامِ ، إلَّا أَنْ يَكُونَ فِي صَوْمٍ يَصُومُهُ أَحَدُكُمْ
Janganlah menghususkan malam Jum’at untuk mengerjakan shalat dari malam-malam lainnya, dan janganlah menghususkan siang hari Jum’at untuk mengerjakan puasa dari hari-hari lainnya, kecuali bertepatan dengan puasa yang biasa dilakukan oleh salah seorang kalian.” (HR. Muslim, al-Nasai, al-Baihaqi, dan Ahmad)

Membaca Surat Al-Kahfi
Salah satu amal ibadah khusus yang diistimewakan pelakasanaannya pada hari Jum’at adalah membaca surat Al-Kahfi. Berikut ini kami sebutkan beberapa dalil shahih yang menyebutkan perintah tersebut dan keutamaannya.
1. Dari Abu Sa'id al-Khudri radliyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
    مَنْ َقَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ فِيْمَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ
    "Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam Jum’at, maka dipancarkan cahaya untuknya sejauh antara dirinya dia dan Baitul 'atiq." (Sunan Ad-Darimi, no. 3273. Juga diriwayatkan al-Nasai dan Al-Hakim serta dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih al-Targhib wa al-Tarhib, no. 736)

    2. Dalam riwayat lain masih dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu 'anhu,
      مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ أَضَآءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
      "Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum'at." (HR. Al-Hakim: 2/368 dan Al-Baihaqi: 3/249. Ibnul Hajar mengomentari hadits ini dalam Takhrij al-Adzkar, “Hadits hasan.” Beliau menyatakan bahwa hadits ini adalah hadits paling kuat tentang surat Al-Kahfi. Syaikh Al-Albani menshahihkannya dalam Shahih al-Jami’, no. 6470)

      3. Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
        مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ فِي يَوْمِ الْجُمْعَةِ سَطَعَ لَهُ نُوْرٌ مِنْ تَحْتِ قَدَمِهِ إِلَى عَنَانِ السَّمَاءَ يُضِيْءُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَغُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَ الْجُمْعَتَيْنِ
        Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.
        Al-Mundziri berkata: hadits ini diriwayatkan oleh Abu Bakr bin Mardawaih dalam tafsirnya dengan isnad yang tidak apa-apa. (Dari kitab at-Targhib wa al- Tarhib: 1/298)”

        Kapan Membacanya?
        Sunnah membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada hari Jum’atnya. Dan malam Jum’at diawali sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis. Kesempatan ini berakhir sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’atnya. Dari sini dapat disimpulkan bahwa kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
        Imam Al-Syafi'i rahimahullah dalam Al-Umm menyatakan bahwa membaca surat al-Kahfi bisa dilakukan pada malam Jum'at dan siangnya berdasarkan riwayat tentangnya. (Al-Umm, Imam al-Syafi'i: 1/237).

        Kesempatan membaca surat Al-Kahfi adalah sejak terbenamnya matahari pada hari Kamis sore sampai terbenamnya matahari pada hari Jum’at.
        DR Muhammad Bakar Isma’il dalam Al-Fiqh al Wadhih min al Kitab wa al Sunnah menyebutkan bahwa di antara amalan yang dianjurkan untuk dikerjakan pada malam dan hari Jum’at adalah membaca surat al-Kahfi berdasarkan hadits di atas. (Al-Fiqhul Wadhih minal Kitab was Sunnah, hal 241).

        Keutamaan Membaca Surat Al-Kahfi di Hari Jum’at
        Dari beberapa riwayat di atas, bahwa ganjaran yang disiapkan bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada malam Jum’at atau pada siang harinya akan diberikan cahaya (disinari). Dan cahaya ini diberikan pada hari kiamat, yang memanjang dari bawah kedua telapak kakinya sampai ke langit. Dan hal ini menunjukkan panjangnya jarak cahaya yang diberikan kepadanya, sebagaimana firman Allah Ta’ala:
        يَوْمَ تَرَى الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ يَسْعَى نُورُهُمْ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ
        Pada hari ketika kamu melihat orang mukmin laki-laki dan perempuan, sedang cahaya mereka bersinar di hadapan dan di sebelah kanan mereka.” (QS. Al-Hadid: 12)
        Balasan kedua bagi orang yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at berupa ampunan dosa antara dua Jum’at. Dan boleh jadi inilah maksud dari disinari di antara dua Jum’at. Karena nurr (cahaya) ketaatan akan menghapuskan kegelapan maksiat, seperti firman Allah Ta’ala:
        إن الحسنات يُذْهِبْن السيئات
        Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk.” (QS. Huud: 114)

        Surat Al-Kahfi dan Fitnah Dajjal
        Manfaat lain surat Al-Kahfi yang telah dijelaskan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah untuk menangkal fitnah Dajjal. Yaitu dengan membaca dan menghafal beberapa ayat dari surat Al-Kahfi. Sebagian riwayat menerangkan sepuluh yang pertama, sebagian keterangan lagi sepuluh ayat terakhir.
        Imam Muslim meriwayatkan dari hadits al-Nawas bin Sam’an yang cukup panjang, yang di dalam riwayat tersebut Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,  “Maka barangsiapa di antara kamu yang mendapatinya (mendapati zaman Dajjal) hendaknya ia membacakan atasnya ayat-ayat permulaan surat al-Kahfi.
        Dalam riwayat Muslim yang lain, dari Abu Darda’ radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” 
        Imam Nawawi berkata, “Sebabnya, karena pada awal-awal surat al-Kahfi itu tedapat/ berisi keajaiban-keajaiban dan tanda-tanda kebesaran Allah. Maka orang yang merenungkan tidak akan tertipu dengan fitnah Dajjal".


        Oleh karena itu, sudah sepantasnya bagi setiap muslim untuk memiliki kemauan keras untuk membaca surat Al-Kahfi dan menghafalnya serta mengulang-ulangnya. Khususnya pada hari yang paling baik dan mulia, yaitu hari Jum’at. Wallahu Ta’aa a’lam.
        - See more at: http://www.voa-islam.com/read/ibadah/2011/02/03/13112/keutamaan-membaca-surat-alkahfi-pada-hari-jumat/;#sthash.JYK9oiKb.dpuf
        Ayun Afroch
        Kopi pagi yang menjadi pengantar untuk memulai aktivitas, memberi rasa untuk setiap detail dari personifikasi permasalahan dari bentuk ketercampuran antara rasa pahit, manis dan wangi yang semerbak dari seduhan panas yang menguap.
        Sejenak untuk sebuah kesalahan. HATI adalah sesuatu milik manusia yang paling berharga, maka kesalahan besar adalah menyakiti HATI.
        Kesalahan bodoh yang dilakukan manusia adalah menggores luka di hati orang sebaik dan setulus KAMU. Namun sekarang bahkan aku sedang melakukan itu, menjadi pemeran utama dalam cerita bodoh itu.
        Sejenak ku memutar memori otak, ada nasehat-nasehat kecil yang sering ku tangkap di sana, ya, dari ibu tersayang.
        "Ada kesalahan terbesar dalam hidup ini, ketika kamu tak mau belajar pelajaran dari kesalahanmu. Waktu selalu mengubah segalanya. Mungkin mengubah keadaan jadi lebih buruk, tapi pastikan mengubah dirimu jadi lebih baik".

        Di antara beribu bahagiaku,
        menggenggam maafmu adalah salah satunya
        Entah aku tak dapat menerjemahkan apa yang aku rasa
        Begitu kacau, namun kuat dan utuh

        Ya Allah Ya Rahmaan,
        Terimakasih untuk setiap jiwa yang Kau anugrahkan kasih sayang untuk mengasihi dan menyayangiku
        Setiap kasih sayang itu adalah kasih sayang Mu
        Terimakasih Ya Allah telah menyayangiku lewat mereka

        Ya Allah Ya Rahiim,
        Untuk setiap jiwa yang menyayangiku
        Sayangi mereka Ya Allah
        Dan anugrahkanlah aku kasih sayang untuk menyayangi mereka melebihi kasih sayangnya padaku
        Anugrahkanlah aku kasih sayang agar aku mampu membuat mereka bahagia
        Anugrahkanlah aku hati yang tulus untuk selalu mendoakan mereka
        Anugrahkanlah aku keikhlasan untuk selalu bahagia dengan kebahagiaan mereka

        Ya Allah Ya Qadiir,
        Terimakasih telah mengirimkan aku orang-orang terbaik
        Terimakasih telah menganugrahkan aku rasa kasih sayang ini
        Terimakasih telah mengumpulkan kami dalam naungan kasih sayang Mu

        Ya Allah!
        Jika aku menangis, bukan karena aku tidak ridho dengan takdir dan ketentuan Mu, bukan karena aku terluka dengan ujian Mu, bukan juga karena aku berkecil hati dengan Mu. Sedang aku hanya seorang hamba Mu yang lemah, yang tidak punya apapun selain iman, tangisan dan air mata yang ku persembahkan karena cintaku pada Mu Ya Allah.
        Ya Allah, jadikanlah setiap kesusahan sebagai tarbiyah untuk aku lebih akrab dengan Mu, lebih mengharap pada Mu dan lebih memerlukan Mu pada setiap jam, menit, detik dan segenap waktu.
        Ya Allah, biarlah hati ini yang menatanya.
        Biarlah mulut ini tetap terkunci agar ia tak menyalahkan keadaan, agar ia tetap menatap jauh bahwa ia pasti mampu menghadapinya.
        Biarlah hanya telinga ini yang mendengar, lalu beristighfar, lalu membalas dengan senyum keoptimisan, senyum penyemangat bahwa Engkau sungguh Maha Bijaksana telah menempatkan pada posisi yang sulit.

        Sungguh Kau yang Maha Penyayang dari yang penyayang
        Amiiinn :)